“Untuk pembiayaannya diperkirakan menelan anggaran sebesar 5 miliar rupiah. Sementara strategi pengumpulan dana kami adalah melalui donasi anggota IKBS, sumbangan dari simpatisan Sumba baik di Indonesia maupun mancanegara, pementasan seni Sumba berkolaborasi dengan seniman luar Sumba, hingga dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pokoknya semua cara kreatif akan kami tempuh agar Rumah Besar Sumba berdiri di Jakarta,” tegas Jan Pieter.
IKBS Bertekad Membangun Rumah Besar Sumba di Jakarta
Mayor Jenderal Purnawirawan Jan Pieter Ate, menggerakkan matanya ke kiri dan ke kanan. Sekitar lima belas orang duduk di sebuah ruangan di Kantor Pusat Sejarah TNI, Jakarta, pada 20 Juni 2026 silam. Di dinding ruangan itu terpampang lukisan Presiden Soekarno dan Panglima Besar ABRI Soedirman. Kedua pendiri bangsa itu, seolah menjadi saksi sejarah dalam pertemuan siang itu, Pukul 12 Wib.
Dengan suara lembut, Jan Pieter berucap, “Mari kita membuat Sejarah. Make a history.” Salah satu putra terbaik Sumba ini, telah dipilih oleh pengurus Perkumpulan Insan Keluarga Besar Sumba (IKBS) sebagai Ketua Panitia Pembangunan Rumah Besar Sumba di Ibu Kota, Jakarta. Ia tahu, keinginan membangun Rumah Besar Sumba di Jakarta bukan perkara mudah. Apalagi dengan keberadaan orang Sumba di Jabodetabek yang umumnya pekerja pabrik, security, dan karyawan level bawah sampai menengah.
Namun pria yang masih terlihat gagah di usianya yang sudah mencapai kepala enam ini, optimis akan semangat gotong royong, keberanian, dan kreativitas orang Sumba di Jabodetabek, di Sumba, dan bahkan seluruh dunia untuk bersama sama membangun Rumah Besar Sumba di Jakarta. Karena itu dia mengajak mari kita membuat sejarah menghadirkan Rumah Besar Sumba di Jakarta.
Dalam paparannya, Jan mengatakan Rumah Besar Sumba tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi. Mengapa demikian, karena kelak rumah ini akan digunakan dengan berbagai manfaat yaitu sebagai pusat promosi dan pengembangan budaya Sumba, pusat pelatihan ketrampilan kaum muda Sumba, ruang serba guna untuk kegiatan seperti pesta perkawinan, pesta ulang tahun, seminar, pertemuan organisasi, dan sebagainya. “Jadi kita butuh lahan yang cukup luas agar mampu memenuhi semua tujuan tersebut,” jelasnya.
Pembangunan Rumah Besar Sumba dilaksanakan secara bertahap selama 4 tahun ke depan. Dua tahun pertama akan difokuskan untuk pengadaan lahan, dan 2 tahun berikutnya Pembangunan fisik gedung dan fasilitas pendukungnya.

Khusus untuk penggalangan donasi, panitia membuat website www.rumahbesarsumba.com yang menjadi sumber informasi bagi siapa saja mau mendukung program ini. Dalam website ini antara lain terdapat informasi cara berdonasi, nomor rekening, nama nama donator dan jumlah donasi mereka, total jumlah uang yang terkumpul real time, laporan keuangan, dan berita perkembangan proses Pembangunan Rumah Besar Sumba.
Rumah Besar Sumba rencananya akan dibangun di Jakarta atau di sekitarnya seperti di Cibubur, Cikeas, Depok, Bekasi, atau Tangerang. “Kami akan mempertimbangkan kemudahan mengakses lokasi menggunakan kendaraan umum, bebas banjir, aman dan nyaman, serta dengan luasan yang sesuai dan harga yang terjangkau,” ujar Jan Pieter.
Kelak, Ketika Rumah Besar Sumba benar benar hadir di Jakarta dan sekitarnya, IKBS berharap rumah ini bisa ikut mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sumba. Kenapa bisa ? Karena melalui Rumah Besar Sumba ini akan diperkenalkan berbagai keunikan Sumba baik panorama alamnya, tenun ikatnya, seni ketangkasan berkuda ala Mongolia yang disebut Pasola, pernak pernik kecantikan khas Sumba seperti Mamoli, anahida, sarung dan kain cantik, dan informasi transportasinya.
“Jadi sebelum para wisatawan, khususnya di Jakarta, yang ingin ke Sumba, pertama tama mereka sudah mengenal dulu sedikit tentang Sumba melalui Rumah Besar Sumba ini. Setelah mengenal sedikit, diharapkan mereka ingin mengenal lebih dalam lagi, ya mereka bisa melanjutkan ke Pulau Sumba,” Jelas Jan Pieter.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Ketua Umum IKBS Hermanus Malo Dona, Sekum IKBS Celestino Reda, Bendum IKBS Popa Kadiwano, Ketua I IKBS Agustinus Tamo Mbapa, Ketua Ikalsabda Kolonel Gerardus Maliti, Ketua IKB Sumba Barat Stefanus Liku Lero, Ketua DPC IKBS Jakarta Barat Martinus Lelu Bili, Ketua Depatemen Hukum dan HAM IKBS Amos Cadu Hina, Ketua Departemen Sosial Kemasyarakatan IKBS Annike Umbu Zasa, Ketua Pemberdayaan Perempuan IKBS Rineldis Bato, dan sebagainya. (CR)